IAI Qomaruddin (Tesis BAB III)

BAB III

METODE PENELITIAN

A.           Lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik.
B.            Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian deskriptif atau penjelasaan yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dan terikat dengan tujuan menjelaskan sampai sejauh mana pengaruh variabel bebas faktor-faktor antara metode belajar kelompok dan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar mata pelajaran akidah akhlak pada peserta didik kelas V.
C.           Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, atau data berupa angka, yang mana akan diklasifikasikan sesuai dengan variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Variabel belajar kelompok, data yang digunakan diperoleh dari angket atau kuesioner yang diisi oleh peserta didik
b.      Variabel pembelajaran kontekstual, data yang digunakan diperoleh dari angket atau kuesioner yang diisi oleh peserta didik
c.      
58
 
Variabel hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak, data yang digunakan diperoleh dari nilai hasil ulangan harian (UH) atau tes
Adapun sumber data yang digunakan adalah:
Data primer, definisinya adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari obyek penelitian dan belum diolah oleh pihak lain, dalam penelitian ini data primer diperoleh dari jawaban peserta didik terhadap angket mengenai variabel-variabel belajar kelompok dan pembelajaran kontekstual.
Data sekunder, definisinya adalah data yang diperoleh oleh peneliti dimana data tersebut sudah diolah oleh pihak lain, dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari nilai yang diperoleh peserta didik dari hasil ulangan harian (UH) yang diberikan kepada peserta didik

D.           Populasi dan Sampel
a.       Populasi
Populasi merupakan suatu syarat yang harus dipenuhi dalam penelitian sebelum menentukan obyek penelitian. Bila populasi sudah diketahui atau ditentukan,maka penelitian dapat dilaksanakan. Sedangkan obyek populasi ini yang diambil oleh peneliti adalah peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik
b.        Sampel
Sampel dapat didefinisikan sebagai sebagai sebuah bagian dari populasi (Nasir. 2003). Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik sebanyak 35 peserta didik, pengambilan sampel pada peserta didik di kelas V di Madrasah ini memiliki pertimbangan bahwa,
a. Kondisi sampel sesuai dengan tujuan penelitian,
b. Peserta didik sudah banyak yang kenal dengan peneliti, sehingga peneliti dalam melakukan observasi dan pengumpulan data ataupun pengisian kuesioner kepada obyek penelitian, para peserta didik sudah tidak canggung dan akrab.
Pelaksanaan pengambilan sampel terhadap populasi dalam penelitian ini, maka tekniknya dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono. 2005 : 85) Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik sebanyak 35 peserta didik.

E.            Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah seperangkat kuesioner yang berisi tentang serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian.
Kuesioner ini digunakan untuk mengukur dengan tujuan menghasilkan data kuantitaif yang akurat dengan menggunakan skala likert yang sudah dimodifikasi yaitu menghilangkan pernyataan tengah dengan tujuan untuk menghindari respon yang bermakna ganda dan untuk menghindari kecenderungan sampel memilih pernyataan yang netral.

F.            Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dalaam berbagai setting, berbagaai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting, data dikumpulkan pada setting alamiah. Jika dilihat dari sumbernya, maka pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Jika dilihat dari cara atau teknik pengumpulan data maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.
a.   Teknik Pengumpulan Data melalui Tes Hasil Belajar
Dalam penelitian ini digunakan tes setelah mendapat perlakuan (postest) untuk mengetahui sejauh mana tingkat ketuntasan belajar peserta didik terhadap materi yang telah diberikan dan diajarkan oleh gurunya. Sedangkan yang dimaksud dengan metode tes adalah suatu metode yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki seseorang dengan menggunakan soal-soal isian dengan batasan tertentu.
Penggunaan metode tes dalam penelitian ini adalah dikarenakan metode ini efektif untuk mengukur kemampuan peserta didik secara obyektif, adapun kelemahan dan kelebihan metode tes adalah:
Kelebihannya adalah:
1)      Dapat mengetahui langsung kemampuan peserta didik
2)      Memiliki tingkat validitas dan akurasi yang tinggi
Kelemahannya adalah:
1)      Membutuhkan beberapa perangkat untuk pelaksanaan tes, yaitu soal, waktu dan tempat tes dilaksanakan.
2)      Membutuhkan waktu yang tepat sesuai dengan kebutuhan data yang diinginkan
Merupakan nilai hasil belajar peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik mata pelajaran Akidah Akhlak Tahun Pelajaran 2014/2015.
b.    Teknik Pengumpulan Data dengan Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan buku-buku, arsip yang berhubungan dengan yang diteliti atau suatu metode dengan melakukan pengumpulan data yang terdokumentasi dalam berbagai publikasi seperti profil Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik. Adapun kebaikan metode dokumentasi ini adalah : Lebih cepat dalam perolehan data karena tidak perlu menunggu-nunggu nara sumber (peserta didik, guru dan kepala sekolah) untuk mencari informasi.
Sedangkan kelemahan dari metode dokumentasi ini adalah:
1.      Data belum tentu valid dan akurat
2.      Apabila ada dokumen yang hilang, maka peneliti akan kekurangan dalam mendapatkan informasi.
Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan tentang data-data atau informasi dalam penelitian yang berupa lembaran-lembaran informasi dari masa lalu sampai sekarang berupa profil sekolah dan latar belakang sejarah Madrasah Ibtidaiyah Daruttaqwa Suci Manyar Gresik
c.    Teknik Pengumpulan Data dengan Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Selanjutnya setelah data terkumpul maka akan dilakukan pengujian terhadap instrument-instrumen yang digunakan dalam hal ini yang diuji adalah tinkat validitas, reliabilitas dari instrumen (angket / kuesioner)
1)      Uji Validitas
Validitas adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono. 2005 : 267). Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat keabsahan (validitas) suatu alat ukur (Sugiyono. 2005 : 47). Sebuah alat ukur dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Tinggi rendahnya alat ukur menunjukan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Pada penelitian serta uji validitas suatu variabel yang dinyatakan valid jika r hasil positif, atau r hasil > 0,30”.




2)      Uji Reliabilitas
Reliabel berarti alat ukur yang bila beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkandata yang sama. Reliabilitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa suatu alat ukur dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul karena alat ukur tersebut sudah baik. Alat uji reliabilitas suatu variabel dikatakan reliable jika Alpha positif, atau r Alpha > r-tabel.

G.           Analisis Data
Dalam melaksanakan analisis data pada penyusunan tesis ini maka akan digunakan software statistik berupa SPSS (Statistic package for Sosial Saintis) for windows ver. 13.0, guna memudahkan analisis serta mendapatkan akurasi hasil penelitian yang lebih akurat, adapun teknik analisis yang akan digunakan berupa
1.    Analisis deskriptif
Teknik analisis deskriptif yaitu dengan perolehan persentase karena penelitian ini bersifat deskristif tentang variabel bebas dan variabel terikat .
2.    Analisis regresi linier berganda
Analisis Regresi bertujuan untuk menentukan persamaan regresi yang baik yang dapat digunakan untuk menaksir nilai variabel dependen (Algifari. 2000 : 134). Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel bebas yang terdiri dari, Metode belajar kelompok (X1), Pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y).
Rumus :
Y = a + b1X1 + b2X2

Dimana :
Y                              :  Variabel terikat (hasil belajar)
a                               :  Konstanta
X1                                      :  Metode belajar kelompok
X2                                      :  Pembelajaran kontekstual
3.        Uji Hipotesis
Uji hipotesis yang digunakan adalah :
1)      Uji- t (parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan variabel bebas yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), pembelajaran kontekstual (X2) secara individu (parsial) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y)
Dimana
b                               :  Koefisien regresi
Sb                              :  Standart Deviasi
Dalam hal regresi diuji dengan taraf signifikan 95% (α = 0,05) Hipotesa yang digunakan adalah :
Ho : b = 0,    berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y)
Ha : b ≠ 0,    berarti ada pengaruh yang significan antara variabel bebas yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y)
2)      Uji F ( Simultan )
Uji F digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan variabel bebas yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), dan pembelajaran kontekstual (X2) secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y)
Rumus :
Dimana :
F:            : Fhitung, selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel
R2:          : Koefisien determinan
k             :  Jumlah variabel
n             :  Jumlah responden .
Dalam hal regresi diuji dengan taraf signifikan 95% (α = 0,05) Hipotesa yag digunakan adalah :
Ho : b = 0,    berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), dan pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y)

Ha : b ≠ 0,    berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), dan pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y)

Kriteria penolakan hipotesis sebagai berikut :
Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yang terdiri dari metode belajar kelompok (X1), dan pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y).pada mata pelajaran Akidah Ahklak
Fhitung ≤ Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara metode belajar kelompok (X1), dan pembelajaran kontekstual (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar (Y).

H. Keabsahan Data
Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pengujian. Keabsahan data dalam penelitian ini diujur dengan pengujian validitas dan reliabilitas (kehandalan). Keabsahan data dimaksud untuk memperoleh tingkat kepercayaan yang berkaitan dengan seberapa jauh kebenaran hasil penelitian, mengungkapkan dan memperjelas data dengan fakta-fakta aktual di lapangan. Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahihan data (validitas) dan keandalan (realibilitas).
1.      Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel/ item dengan skor total variabel. Cara mengukur validitas konstruk yaitu dengan mencari korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi product moment. Setelah semua korelasi untuk setiap pertanyaan dengan skor total diperoleh, nilai-nilai tersebut dibandingkan dengan nilai kritik. Selanjutnya, jika nilai koefisien korelasi product moment dari suatu pertanyaan tersebut berada diatas nilai tabel kritik, maka pertanyaan tersebut signifikan. Uji Validitas Item atau butir dapat dilakukan dengan menggunakan software SPSS.[1] Untuk proses ini, akan digunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment. Dalam uji ini, setiap item akan diuji relasinya dengan skor total variabel yang dimaksud. Dalam hal ini masing-masing item yang ada di dalam variabel X dan Y akan diuji relasinya dengan skor total variabel tersebut.
2.      Uji Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Singarimbun, 1989). Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran relatif konsisten dari waktu ke waktu. Uji Reliabilitas dilakukan dengan uji Alpha CronbachReliabilitas item diuji dengan melihat Koefisien Alpha dengan melakukan Reliability Analysis dengan SPSS ver. 16.0 for Windows. Akan dilihat nilai Alpha-Cronbach untuk reliabilitas keseluruhan item dalam satu variabel. Agar lebih teliti, dengan menggunakan SPSS, juga akan dilihat kolom Corrected Item Total Correlation.